Semester 3

Assalamualaikum semua,mohon maaf lahir batin atas segala dosa dan hujatan yang pernah saya buat.Maafkan saya,bagi anda yang merupakan pembaca blog ini,karena gak pernah nge-post lumayan lama :DPeace .

Kehidupan kuliah? Baik,kehidupan keluarga? Baik.Kehidupan cinta? Hohohoho jangan ditanya.But mostly,i'm fine.Banyak yang terjadi akhir-akhir ini,dan saking banyaknya sampe lupa ngepost.Tapi yang jelas,mulai sekarang saya bakal sibuk,dan mungkin gak sempet berleha-leha posting blog yang isinya meracau,hehe.

Sekarang,saya berada di semester 3,yang berarti masa-masa mulai sibuk nugas,mulai menjadi individu yang mandiri,dan bakal kepisah sama teman-teman.Selama kuliah ini,mata kuliah seperti DMP,Dasar Jurnalistik,Communication text,Teori Komunikasi,Sosiologi Komunikasi,Psikologi Komunikasi,SPI dan SSBI akan menemani hari-hari saya.So far,belum ada tugas yang memberatkan,tapi doakan saja saya bisa meraih IP lebih tinggi !! *amin* .

Di semester 3 ini,kami angkatan 2011 prodi komunikasi Universitas Airlangga kebagian jadi panitia ospek pengukuhan mahasiswa baru,yang berarti penanda bahwa kami tergolong "tua".Rasanya baru setahun lalu,jadi maba : baru kenal sesama temen seangkatan,senior,dosen dan lingkungan kuliah.Dan sekarang,gantian angkatan 2012 yang merasakan hal itu.

Itu semua yang bisa saya sampaikan untuk sementara ini,semoga masih bisa tetep update info,nulis-nulis postingan galo lagi,dan nyampah-nyampah lagi di sini untuk seterusnya :D .

Salam Tanduk Setan

Bima Adi Priambodo

Sendirian

"Seorang manusia tidak bisa hidup sendirian"

Sekuat apapun manusia, tidak mungkin ia dapat bertahan hidup hanya dengan upayanya sendiri. Mungkin ada kemungkinan tersebut, tapi persentasenya kecil sekali.Perihal kesendirian ini bisa juga diidentikkan dengan individu yang bersikap introvert, bahkan anti-sosial.

Seorang individu yang "penyendiri" ini,kemungkinan dipengaruhi suatu faktor tertentu yang membuat dia menjadi individualis; sikap skeptis terhadap sesama manusia,malu karena kurang berinteraksi dengan orang banyak,dan sebagainya.

Ketika seorang manusia berpikir ia bisa melakukan segala hal sendirian, ia cenderung dinilai congkak, apatis. Karena ia hidup untuk dirinya sendiri, ia cenderung bersikap egois. Ibaratnya,orang seperti ini adalah serigala kesepian yang pergi dari kelompoknya,untuk hidup sendiri. Sulitnya berhadapan dengan orang seperti ini adalah ketika ia diajak bekerjasama untuk mencapai satu tujuan. Ia cenderung kukuh dengan opininya dan melakukan kegiatan tersebut sendiri, dan seringkali bersitegang dengan pihak lain karena kurangnya interaksi. Tidak salah jika seseorang ingin berusaha dengan kemampuan tangan sendiri, tapi kita harus sadar bahwa banyak problem di dunia ini yang tidak bisa kita pecahkan sendirian.

 Ada juga seorang yang berusaha menyelesaikan segalanya sendirian, namun ia melakukan suatu hal, demi kebaikan orang banyak. Orang seperti ini bisa kita sebut seorang pahlawan, atau bahkan sok pahlawan (karena batas antara kedua fenomena tadi beda tipis). Orang seperti ini,cenderung melakukan suatu hal dengan tangannya sendiri demi kebaikan orang banyak, yang artinya apapun akan ia tempuh sendirian, asalkan orang-orang di lingkungan sekitarnya mendapat kebaikan. Tipikal orang-orang diatas adalah orang yang cenderung menanggung beban hidupnya sendirian, karena kurangnya orang lain untuk diajak berbagi.

Langkah tepat untuk menghadapi pribadi penyendiri, adalah dengan memulai interaksi yang lebih intens, yang bisa membantunya membuka diri. Ketika ada seseorang yang merasa bisa melakukan segalanya sendiri, kita harus meyakinkan bahwa ia tidak harus melakukan semuanya sendirian. Jika diluar sana ada orang yang memiliki karakter seperti di atas,maka bersiaplah untuk membuka diri anda.

Ingatlah,bahwa anda tidak pernah sendirian

Akhir kata,mau mengutip lagu Hymne liverpool,

"You'll never walk alone"


Nanggung

IPK-ku sudah keluar !! *sembah sujud sambil salto*

Semester lalu,ipk ku 2,92 , yang mana itu adalah angka miris,karena tinggal 0,08 poin lagi aku bisa dapet IPK 3 koma.Karena di Ilmu Komunikasi Unair ini,IPK 3 keatas bisa dapet 24 sks.Makin banyak sks yang didapet,makin cepet kita bisa lulus.Karena kemarin dapet ipk 2,92 aku harus berkecil hati karena cuma bisa ambil 21 SKS.Kebetulan semester kemarin aku sempet posting "minimal aku harus dapet 3,08 biar IPK-ku jadi 3.Dan,kebetulan kisi-kisi itu jadi kenyataan : di semester Genap ini aku dapet ipk yang nanggung,3,00.Mungkin ipk 3 itu bukan hal luar biasa,tapi setidaknya,buatku yang selama ini selalu hidup dengan standar rendah,ipk 3 itu sudah WAOW banget.

Ngomongin standar tinggi,mungkin emang benar sebagai seorang manusia (dan pelajar) ,saya ini bukan orang yang berambisi untuk jadi yang terbaik.Buatku,dapet nilai pas-pasan,asal lulus wajar,adalah suatu kebahagiaan.Karena menurutku,kalo dapet angka 75 aja kamu bisa lulus,kenapa kamu harus bersusah payah untuk dapat 100? Memang sikap seperti ini nggak baik,karena kalau seorang manusia tidak memasang standar tinggi dalam hidupnya,mereka tidak akan punya motivasi untuk hidup lebih baik.Mungkin sebagai manusia,aku sudah melakukan suatu usaha,cuma yang kurang dari diriku adalah motivasi,karena selama 19 tahun hidupku ini,belum ada satupun di dunia yang bikin aku sangat bersemangat.Entah belum aku temukan,atau aku yang tidak bisa melihat satupun hal yang bisa membuat aku terpacu,aku tidak tahu.Yang jelas,dengan hasil seperti ini aku tidak boleh diam saja,dan membiarkan hasil ini tersia-siakan.Aku harus lebih baik dari semester ini di semester berikutnya :) .

  1. It may not be the best grade,but hey,i've done my best


Always Happy

Putus cinta? Jangan sedih!! Semangat dan berbahagialah!
Diselingkuhin? Tetap semangat!! Berbahagialah!!
Ditolak? Cari yang lain!! Berbahagialah!!

Ingatlah,bahwa hidup ini terlalu singkat,untuk dibuat galau.Karena itu tetaplah positif,asalkan bukan positif hamil.Ibarat bermain game,nyawamu cuma ada 1,karena itu gunakan sebaik mungkin.Jangan pernah putus asa oleh semua gangguan duniawi.

Tersenyumlah,sebelum senyuman adalah hal yang terakhir bisa kamu lakukan :) .

Sebelum menutup posting penghibur diri,aku pengen ngutip dari temenku kuliah,si Raja .

"Always Happy :)"

Perpisahan

Sepasang makhluk bisa bersanding dan menjalin hubungan ,disebabkan oleh suatu kekuatan misterius di Alam Semesta .Namun,setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan.Kebersamaan yang terjalin itu pasti akan sirna pada akhirnya,karena sama seperti semua hal yang fana,kebersamaan itu pun akan berakhir.Kedua makhluk yang dipertemukan itu pada akhirnya,akan menjalani kehidupannya masing-masing,menanti untuk dipertemukan dengan pasangannya yang lain.

Seperti hal yang memiliki awal dan memiliki akhir,hubungan kita pun juga bersifat sama.Dengan putusanmu itu, kau nyatakan untuk menghentikan semua kisah ini.

Terima kasih, selama 1 bulan 26 hari ini, kau memberikan ketulusan dalam hubungan kita. Namun,ternyata kita sudah tak lagi sejalan. Entah alasan apa yang melatarbelakangi perpisahan ini, aku tak tahu. Aku cuma bisa mengiyakan keputusanmu itu, walaupun dalam hati kecilku aku merasa berat. Karena aku ingat,bahwa semua yang ada di dunia ini pasti berakhir.

Thanks,and love

Your lover

UAS!!

BENTAR LAGI UAS!!! *suara teriakan di kejauhan

Yah,sebetulnya gak terlalu ngaruh juga sih UAS atau gak,karena ujung-ujungnya aku gak bakal belajar sama sekali.Tapi tuntutan ortu menyatakan kalau IP-ku harusdiatas 3,huhuhu.Karena semester kemarin IP-ku cuma 2,92 aku harus dapet minimal 3,08,biar IPK-ku 3,00 pas.

Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sementara dari dunia perbloggingan yang tiada arah ini.Doakan saya supaya saya gak telat,gak teler,dan gak blank ya waktu UAS.

Bima Adi Priambodo
Mahasiswa Krisis IP

Diam itu emas,bicara itu perak

Langit mendung,suasana kamar gelap.Tiba-tiba dia menelponku,cuma untuk bercakap-cakap katanya.Mungkin kangen,atau kenapa,aku tidak tahu.Cukup lama kami ngobrol, layaknya orang pacaran.Selama percakapan,dia cenderung diam,dan aku yang lebih banyak bicara.Aku bilang,"kayaknya dalam hubungan kita ini kata-kata itu gak diperlukan ya sayang".Ia terdiam,lama,berpikir dan merenung.Percakapan kami lanjutkan,dalam hening dan ramai,kemudian hening,ramai lagi,seterusnya,seperti biasanya.

Kata-kata,salah satu perangkat awal dalam berkomunikasi.Sekumpulan simbol-simbol yang dirangkai sedemikian rupa untuk menyampaikan maksud dari si komunikan pada komunikator.Kata-kata itu akan terasa manis bila sesuai dengan tujuan,tapi akan menjadi pahit jika pemaknaannya mbleset.Dalam hubungan ini,ia tidak banyak bicara.Namun terkadang,aku merasa kalau aku yang lebih banyak berbicara,hubungan ini akan menjadi hubungan yang searah,karena tidak ada timbal balik dari lawan bicara,atau mungkin saja ia lebih senang mengamati kata-kataku.Kata-kataku yang pahit,manis,bahkan tidak masuk akal dicernanya satu persatu.Mungkin kata-kataku hanya diterima olehnya,tanpa ia cerna lebih dahulu bagaikan menghisap rokok tanpa filter,karena tiap kali aku mengatakan suatu hal,ia cenderung diam.Mungkin memang kami belum menjalin ikatan yang kuat,dan belum saling mengenal satu sama lain lebih dalam,karena itu kami cenderung diam.

Hubungan yang tidak dipenuhi dengan kata-kata manis,dan percakapan dipandang membosankan.Karena banyak orang yang memberikan penekanan betapa pentingnya berkomunikasi dalam suatu hubungan.Komunikasi dua arah,adalah hal penting,karena dengan adanya saling mengisi dalam hubungan,ikatan itu bisa terjalin.Tapi apa hal itu selalu benar? Apakah intensitas komunikasi berbentuk verbal itu hal yang paling penting? Bukankah selain komunikasi dalam bentuk verbal,ada juga komunikasi berbentuk non-verbal,yang tidak mengutamakan kata-kata,namun simbol-simbol lain yang bisa memunculkan lebih banyak makna? Bukankah ada juga orang yang bilang Sermo argenteus, silentium aureum,bicara itu perak ,diam itu emas? Daripada berkata-kata yang tidak-tidak,lebih baik kita diam,tapi menghayati pemikiran kita melalui perbuatan?Karena menurutku,action speak louder than words.Kata-kata itu tidaklah terlalu diperlukan,yang penting adalah perbuatan kita,sebab kata-kata adalah cerminan pemikiran.Daripada kata-kata yang tercerai berai dalam pikiran itu tidak terungkapkan,lebih baik kata-kata itu diwujudkan dalam perbuatan.

Benar kan?


It makes me wonder,though

Kenapa setiap orang mau mulai suatu bentuk status simbolis AKA pacaran,godaan itu selalu ada? Entah dari mantan,gebetan,orang tua,lingkungan,de el el.Padahal menurutku hal seperti ini tergolong suatu hal yang privat,dan melibatkan cuma 2 subjek,aku sama pacarku.Kenapa dunia dan seisinya itu seakan-akan jadi penghalang hubunganku dan dia? Padahal kami gak pernah mengusik dunia sekitar kami dan urusan mereka.

Baru-baru ini ,aku mengalami gangguan itu.

Tau kan,suatu momen dimana kita berusaha begitu keras untuk mendapatkan sesuatu,tapi kita gagal mendapatkannya.Ketika kita mendapat penggantinya,"sesuatu" yang kita kejar dulu itu tiba-tiba datang dengan sendirinya,dan ternyata "sesuatu" itu tidak bisa kita dapatkan karena...ada suatu alasan hal tersebut tidak kita dapatkan.


Hal ini mungkin sering kita temukan kalau kita *ehm lagi berurusan sama tetek bengek relationship.Ketika kita suka banget sama seseorang,tapi orang itu gak mau.Tanpa alasan,tanpa penjelasan dia jelas-jelas menolak.Kita sadar,kita move on,cari suasana baru,ketemu orang baru,pdkt berhasil,jadian,asoy.Tapi setelah kita jadian,fakta dibalik penolakan itu terungkap.Orang tersebut menolak kita karena alasan A-Z,dan bikin putusan sepihak,"kita gak bisa bersatu,kita pasti berantem blah blah blah blah".Dan yang paling menyebalkan adalah,ketika kita ingat-ingat masa berharap bahwa seseorang itu akan berubah dan bersimpati kita,dan ujung-ujungnya harapan itu nihil.Baru setelah ada perubahan seperti diatas,harapan itu seakan ada.

It makes me wonder