Kunci

Suatu ketika aku  berada pada puncak masa muda : bersenang-senang dengan sejumlah teman, merasa dirinya yang terhebat, dan lain-lainnya. Namun suatu ketika terdapat permintaan dari seseorang untuk menghantarkan suatu barang , berupa sebuah kunci. Tanpa banyak bertanya, aku langsung menuju ke tempat yang dimaksud. Melewati daratan yang menurun terjal, hujan yang rintik, angin malam yang menusuk, apapun aku hadapi. Dengan percaya diri aku terus menuju ke tempat yang dimaksud, tanpa memastikan ulang bahwa orang yang dimaksud sedang berada di tempat atau tidak. Begitu sampai, ternyata tidak ada apa-apa di tempat yang dituju, melainkan harapan kosong dan tak seorangpun yang ada disana. Pulang dengan tangan hampa, dan kecewa karena tidak bisa menunaikan tugas, aku pun lunglai. Di perjalanan pulang, tiba-tiba 9 ekor naga menyerangku. 8 diantara mereka tidak dapat menaklukkanku. 1 yang terakhir ini kemudian mengeluarkan semburan beracunnya yang kemudian melumpuhkanku membuatku tak berdaya. Aku hanya berpasrah kepada Hyang Maha Kuasa, aku ikhlas. Tak ada sakit, tak ada susah disaat kita berpasrah. 9 ekor naga itu pada akhirnya menaklukkanku, dan aku tergeletak, dibuat lemas tak berdaya.

"Aku serahkan hidup dan matiku padamu" bisikku.
 
Semuanya hitam, kelam. Dalam bayang-bayangku terkenang hal-hal yang telah kulalui. Kuingat pesan kawanku yang menyuruhku untuk berhati-hati, orang orang yang kusayangi dan segala keburukanku. Arus pikiranku yang terdistorsi sekian jauh itu perlahan digerakkan oleh satu suara dari dalam sanubariku yang menghentak,
"Belum waktunya untuk mati"
 
Seketika itu juga, aku terbangun, dan kekuatanku yang hilang muncul lagi. Suara itu membuatku mampu berdiri kembali, kembali untuk pulang. Namun pada akhirnya, kunci itu tidak tersampaikan, malah hilang. Sebagai gantinya, aku mendapat ganti berupa "kunci" yang membuatmu kekal, terlindungi dari segala macam petaka di dunia.

Ingin tahu apakah kunci itu ?


Back from the Dead

Sesuai dengan judul, aku memang baru saja bangkit dari "kematian". Bukan berarti aku jadi zombie trus makanin otak dan organ tubuh yang masih hidup, tapi aku masih diberi kesempatan kedua untuk hidup. Siapa yang memberi ? Tuhan, atau apapun kamu menyebutnya, terserah.

Bulan oktober kemarin memang gak ada kejadian yang spesial untuk ditulis karena well kebanyakan yang ada di dalam pikiran ini adalah seorang cewek yang membuat diri ini bertanya-tanya. Ibaratnya dia adalah mata badai di dalam pikiranku : ditengah ricuhnya pikiranku karena bekerja, pikiran tentang dia sendiri tidak terpengaruh oleh hal-hal lain. Intinya, dia membuat fokus pikiran ini malah tertuju ke dia, bukan kepada hal-hal lain yang lebih penting. Imbasnya, galau menjadi aktivitas sehari-hari dan gojlokan dari teman-teman pun gak bisa dihindarkan. Aku benar-benar jadi sambel ulek bulan kemarin.

Kebetulan, dia berasal dari prodi yang beda, jadi gak semua orang di prodiku tahu tentang dia. Disamping temen-temen prodiku, aku juga punya temen dari prodi cewek itu. Otomatis, dengan temenan sama mereka aku bisa dapet info tentang dia. Sialnya, mereka pun ngejadikan aku bahan gojlokan karena sampe detik ini aku gak pernah nembak dia. Dari sinilah, aku simpulkan bahwa masa awal bulan oktober kemarin gak ada kegiatan yang berarti.

Di pertengahan bulan, mereka mengadakan malam keakraban di kota Batu, Malang. Selain bisa main sama teman-teman, momen ini bisa aku jadikan buat ketemu sama dia, ngomong apa yang aku rasakan ke dia. Aku nekat, hari Rabu malam tanggal 17 oktober aku langsung berangkat ke malang tepat jam 18.00 bareng Ermeyta, temenku satu prodi yang kebetulan juga mau balik ke malang. Aku pun bohong ke ibu bapakku, karena aku yakin kalau alasannya main ke cuban rondo, apalagi naik sepeda motor, gak akan diizinkan. Maka aku pun bohong ke mereka dengan alasan aku mau hunting foto di malang. Aku pun berangkat naik mio putih punya abangku. Kira-kira jam 22.30 WIB, aku sampai disana. Aku ngobrol-ngobrol sama teman-teman yang udah berangkat lebih dulu sebagai pionir. Sampai malam, kami ngobrol, guyonan gak karuan, bahkan joged ala gangnam style di atas mobil pickup di tengah malam. Untuk sesaat, aku merasa bahagia, karena mungkin inilah yang aku cari : teman yang bisa diajak gila-gilaan bersama-sama. Aku merasa inilah dunia yang aku cari.

Esok harinya, aku ikut ngebantu mereka membangun tenda. Karena kurang tidur, kira-kira jam 11 aku pergi ke bawah ground kemah untuk makan. Disini, aku banyak ngobrol sama seorang temanku, namanya Haidar. Dia orang keturunan arab, tapi besar dibali. Hasilnya : leak bermata belok berambut keriting. Dia orang yang easy going dan paling suka nyacatin orang. Guyonannya bikin aku ketawa ngakak, karena itu aku nyaman temenan sama leak satu itu. Dari dia juga aku tau banyak soal leak. Tau leak? itu lho, orang yang berubah jadi makhluk jahat dengan bantuan ilmu sihir demi suatu tujuan tertentu. Kukunya panjang, matanya melotot, lidahnya menjulur. Dan si Haidar dengan entengnya cerita-cerita tentang leak yang pernah dia temui di bali. Selain itu juga, dia nyekoki aku dengan lagu beraliran progressive metal ala Dream Theater. Impiannya adalah punya jenggot yang bagus buat nyaingin Mike Portnoy, mantan Drummer Dream Theater. Dengan orang yang terhitung baru kenal ini, aku bisa ngerasa udah kenal bertahun-tahun. Yah, mungkin yang maha kuasa mengatur pertemuan dengan leak satu ini untuk suatu tujuan tertentu.

Menjelang malam, aku was-was. Karena besok jumatnya aku harus segera kembali ke surabaya buat ngehadirin kuliah SSBI dan SPI. Teman-teman nyuruh aku buat stay disana sampai camp selesai, setidaknya sampai si cewek yang aku maksud disini datang. Aku bilang, "sori rek aku gak bisa lama-lama". Disaat itu, seorang temenku yang bernama Agastyo Djanardono alias Kafirun Minallah (naudzubillah) bilang kalau aku pulang dan setelah di surabaya aku gak berani ngomong sama si cewek tersebut, dia bakal nyuruh temennya yang paling ganteng dan jago sepik, si Ari buat nyepik si cewek. Bayangkan orang ganteng dan jago sepik mencoba menaklukkan cewek yang kamu sukai, Mungkin dalam kurun waktu kurang dari 2 hari, si cewek bakal takluk dan aku cuma bisa nyesel karena nggak bertindak lebih cepat. Agas nyebut istilah ini, "release the kraken".

Sebelum pulang, aku sengaja ngulur-ngulur waktu, sekaligus nunggu balesan dari Meta yang katanya mau kembali ke Surabaya bareng-bareng. Apesnya waktu mau pulang, temenku Krisna minjem helmku buat pergi ke kota Batu dan lama banget. Otomatis, buat membunuh waktu aku sempatkan ngobrol sama si Haidar. Karena keasyikan, akhirnya dia pun ngusir aku karena takut aku pulang kemalaman. Sebelum pulang dia nitip kunci kos nya supaya dikembalikan ke kosnya. Aku pun berangkat jam 22.30 malem, dan sampai di surabaya dengan selamat jam 1 pagi. Karena kelupaan ngembalikan kunci kos, aku pun muter balik dari jalan diponegoro, menuju ke gubeng. Karena Nico, temenku yang ada di kosan itu sudah tidur, aku pun balik ke rumah.

Disinilah musibah itu terjadi.

Tepat sebelum aku menggok ke Gubeng Kertajaya, aku lihat kerumunan anak yang lagi nyangkruk di daerah Depot Slamet. Karena aku kira mereka orang biasa, aku pun lengah. Tepat waktu aku dalam perjalanan kembali lewat jembatan viaduk yang mengarah ke persimpangan Delta, Stasiun Gubeng lama dan Hotel Sahid, aku dipepet rombongan anak-anak yang naik motor, dan aku ditendang jatuh.

Brengsek.

Siapa mereka ? Apa Salahku ?

Belum sempat aku bangun, satu diantara mereka bilang "kon mari ngantemi adekku yo? (kamu habis memukuli adikku ya?) . Karena aku gak tau adeknya siapa dan juga gak tahu bahwa hal itu adalah modus umum pencurian, (btw kenal adeknya aja nggak)akhirnya aku ngeyel "aku gak kenal adekmu, C*k. Lantas, salah satu pelaku ada yang mau ngambil sepedaku (yang dia akui sebagai sepedanya). Karena aku gak merasa salah dan kebetulan lagi  kalap, aku tendang dia. 2 orang sempet jatuh kutendang, sebelum akhirnya mereka ngeroyok aku. Sakit bekas pukulan gak kurasakan, entah kenapa. Ditengah perkelahian itu aku berhasil megang kendali gas sepedaku dan teriak "allahuakbar", tapi aku diserang dari belakang.

Di akhir pengeroyokan, salah satu dari mereka ngeluarkan celurit dari tas. Mungkin karena aku nggak bisa dirobohkan dan juga mereka kesal karena aku sebagai korbannya masih sempat ngelawan dan gak takut sama sekali. Salah satu dari mereka ada yang teriak, "copot helmnya!" . Dalam hati aku mikir, waduh bakal gak selamet aku. Si pembawa celurit bolak-balik menghantam helmku dengan celurit itu selama lebih dari 10 kali serangan. Untungnya helmku jenis fullface yang tebal, jadi kepalaku nggak terekspos langsung sama senjata itu. Begitu ngeliat celurit itu, aku pasrah dan berserah diri. Kalau memang setelah itu aku bakal mati, aku terima. Kalau aku tetap hidup, aku terima.

Tiba-tiba, pandanganku jadi jelas. Helm yang aku pakai seakan-akan lepas dan hilang entah kemana. Begitu pengeroyokan selesai, aku cuma bisa teriak "apa salahku ya allah". Sekujur tubuhku lemas kehilangan tenaga. Darah mengucur dari kepala, tangan kiri bergeser ke bawah dan pergelangan tanganku robek kena senjata tajam. Dari kejauhan, aku lihat motorku dibawa lari sama kerumunan rampok ingusan itu. Aku cuma pasrah, dan berusaha minta tolong sebisaku.

Tiba-tiba di depanku melintas mobil ambulans dengan logo partai politik x. Aku sempet melambaikan tangan, dan ambulans itu melengos pergi. Dari tempatku terduduk, aku teriak "politik t**k'. Aku kesal, karena pertolongan yang paling aku butuhkan itu malah melengos gitu aja. Akhirnya aku teriak-terak terus minta tolong, dan orang dari bawah kolong jembatan berdatangan. Mereka sebetulnya dengar ada ribut-ribut tapi ragu menolong karena ada yang bawa celurit. Kemudian mereka tanya identitasku, dan menelepon bapakku. Karena sulit dihubungi, aku langsung dicarikan tumpangan ke rumah sakit (kebetulan TKP dekat RSUD Dr. Soetomo).

Karena lama, aku tidur sebentar. Dalam keadaan luka parah itu, aku masih sempat-sempatnya tidur. Yang kebayang di pikiranku saat itu cuma makhluk-makhluk bernama Digimon. Iya, digimon yang pernah aku bahas di blog ini. Gambaran tentang makhluk ini muncul terus di pikiranku. Karena pikiranku makin ngawur, aku bangun lagi. Mungkin emang benar kali ya, orang yang udah mau mati itu pikirannya ngelantur kemana-mana. Bukannya nginget dosa-dosa yang aku telah lakukan, yang aku ingat malah... Digimon.

Tumpangan berupa ojek pun datang. Aku diapit di tengah, satu orang warga duduk di belakang. Akhirnya aku dibawa ke rumah sakit Dr. Soetomo dalam keadaan sadar. Aku masih inget ketika dokter meriksa kondisiku, dan aku masih inget juga kalau mereka selalu ngingetkan aku supaya aku gak mejamkan mata. Takutnya, aku  bablas dan meninggal seketika. Akhirnya, bapakku datang dan beliau shock lihat keadaanku. Aku minta maaf kalau aku bohong, dan aku cerita kalau aku dikeroyok 8 orang. Bapakku menghentikan omonganku sampai disitu, karena takut aku kecapekan.

Segera setelah itu, bajuku dirobek dan aku dioperasi seketika. Karena menurut dokter paru-paruku bermasalah, rusuk kiriku dibedah dan dipasangi selang yang disambung ke inhaler. Sakitnya luar biasa, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selanjutnya tititku dipasangi selang kateter buat ngebantu saluran urinku selama dioperasi. Setelah aku dipasangi alat bantu pernapasan, aku gak ingat apa-apa lagi.

Gelap. Hampa. Eksistensiku serasa hilang.

Apa aku mati ?

---------------------------------------------------

-------------------^-----------^^^^^------^^^---

 --------^^---^^----^^------^^^^--------^^^----

Aku membuka mata dan terdengar suara,"alhamdulillah".

Terima kasih Tuhan.

Aku masih hidup.


Semester 3

Assalamualaikum semua,mohon maaf lahir batin atas segala dosa dan hujatan yang pernah saya buat.Maafkan saya,bagi anda yang merupakan pembaca blog ini,karena gak pernah nge-post lumayan lama :DPeace .

Kehidupan kuliah? Baik,kehidupan keluarga? Baik.Kehidupan cinta? Hohohoho jangan ditanya.But mostly,i'm fine.Banyak yang terjadi akhir-akhir ini,dan saking banyaknya sampe lupa ngepost.Tapi yang jelas,mulai sekarang saya bakal sibuk,dan mungkin gak sempet berleha-leha posting blog yang isinya meracau,hehe.

Sekarang,saya berada di semester 3,yang berarti masa-masa mulai sibuk nugas,mulai menjadi individu yang mandiri,dan bakal kepisah sama teman-teman.Selama kuliah ini,mata kuliah seperti DMP,Dasar Jurnalistik,Communication text,Teori Komunikasi,Sosiologi Komunikasi,Psikologi Komunikasi,SPI dan SSBI akan menemani hari-hari saya.So far,belum ada tugas yang memberatkan,tapi doakan saja saya bisa meraih IP lebih tinggi !! *amin* .

Di semester 3 ini,kami angkatan 2011 prodi komunikasi Universitas Airlangga kebagian jadi panitia ospek pengukuhan mahasiswa baru,yang berarti penanda bahwa kami tergolong "tua".Rasanya baru setahun lalu,jadi maba : baru kenal sesama temen seangkatan,senior,dosen dan lingkungan kuliah.Dan sekarang,gantian angkatan 2012 yang merasakan hal itu.

Itu semua yang bisa saya sampaikan untuk sementara ini,semoga masih bisa tetep update info,nulis-nulis postingan galo lagi,dan nyampah-nyampah lagi di sini untuk seterusnya :D .

Salam Tanduk Setan

Bima Adi Priambodo

Sendirian

"Seorang manusia tidak bisa hidup sendirian"

Sekuat apapun manusia, tidak mungkin ia dapat bertahan hidup hanya dengan upayanya sendiri. Mungkin ada kemungkinan tersebut, tapi persentasenya kecil sekali.Perihal kesendirian ini bisa juga diidentikkan dengan individu yang bersikap introvert, bahkan anti-sosial.

Seorang individu yang "penyendiri" ini,kemungkinan dipengaruhi suatu faktor tertentu yang membuat dia menjadi individualis; sikap skeptis terhadap sesama manusia,malu karena kurang berinteraksi dengan orang banyak,dan sebagainya.

Ketika seorang manusia berpikir ia bisa melakukan segala hal sendirian, ia cenderung dinilai congkak, apatis. Karena ia hidup untuk dirinya sendiri, ia cenderung bersikap egois. Ibaratnya,orang seperti ini adalah serigala kesepian yang pergi dari kelompoknya,untuk hidup sendiri. Sulitnya berhadapan dengan orang seperti ini adalah ketika ia diajak bekerjasama untuk mencapai satu tujuan. Ia cenderung kukuh dengan opininya dan melakukan kegiatan tersebut sendiri, dan seringkali bersitegang dengan pihak lain karena kurangnya interaksi. Tidak salah jika seseorang ingin berusaha dengan kemampuan tangan sendiri, tapi kita harus sadar bahwa banyak problem di dunia ini yang tidak bisa kita pecahkan sendirian.

 Ada juga seorang yang berusaha menyelesaikan segalanya sendirian, namun ia melakukan suatu hal, demi kebaikan orang banyak. Orang seperti ini bisa kita sebut seorang pahlawan, atau bahkan sok pahlawan (karena batas antara kedua fenomena tadi beda tipis). Orang seperti ini,cenderung melakukan suatu hal dengan tangannya sendiri demi kebaikan orang banyak, yang artinya apapun akan ia tempuh sendirian, asalkan orang-orang di lingkungan sekitarnya mendapat kebaikan. Tipikal orang-orang diatas adalah orang yang cenderung menanggung beban hidupnya sendirian, karena kurangnya orang lain untuk diajak berbagi.

Langkah tepat untuk menghadapi pribadi penyendiri, adalah dengan memulai interaksi yang lebih intens, yang bisa membantunya membuka diri. Ketika ada seseorang yang merasa bisa melakukan segalanya sendiri, kita harus meyakinkan bahwa ia tidak harus melakukan semuanya sendirian. Jika diluar sana ada orang yang memiliki karakter seperti di atas,maka bersiaplah untuk membuka diri anda.

Ingatlah,bahwa anda tidak pernah sendirian

Akhir kata,mau mengutip lagu Hymne liverpool,

"You'll never walk alone"


Nanggung

IPK-ku sudah keluar !! *sembah sujud sambil salto*

Semester lalu,ipk ku 2,92 , yang mana itu adalah angka miris,karena tinggal 0,08 poin lagi aku bisa dapet IPK 3 koma.Karena di Ilmu Komunikasi Unair ini,IPK 3 keatas bisa dapet 24 sks.Makin banyak sks yang didapet,makin cepet kita bisa lulus.Karena kemarin dapet ipk 2,92 aku harus berkecil hati karena cuma bisa ambil 21 SKS.Kebetulan semester kemarin aku sempet posting "minimal aku harus dapet 3,08 biar IPK-ku jadi 3.Dan,kebetulan kisi-kisi itu jadi kenyataan : di semester Genap ini aku dapet ipk yang nanggung,3,00.Mungkin ipk 3 itu bukan hal luar biasa,tapi setidaknya,buatku yang selama ini selalu hidup dengan standar rendah,ipk 3 itu sudah WAOW banget.

Ngomongin standar tinggi,mungkin emang benar sebagai seorang manusia (dan pelajar) ,saya ini bukan orang yang berambisi untuk jadi yang terbaik.Buatku,dapet nilai pas-pasan,asal lulus wajar,adalah suatu kebahagiaan.Karena menurutku,kalo dapet angka 75 aja kamu bisa lulus,kenapa kamu harus bersusah payah untuk dapat 100? Memang sikap seperti ini nggak baik,karena kalau seorang manusia tidak memasang standar tinggi dalam hidupnya,mereka tidak akan punya motivasi untuk hidup lebih baik.Mungkin sebagai manusia,aku sudah melakukan suatu usaha,cuma yang kurang dari diriku adalah motivasi,karena selama 19 tahun hidupku ini,belum ada satupun di dunia yang bikin aku sangat bersemangat.Entah belum aku temukan,atau aku yang tidak bisa melihat satupun hal yang bisa membuat aku terpacu,aku tidak tahu.Yang jelas,dengan hasil seperti ini aku tidak boleh diam saja,dan membiarkan hasil ini tersia-siakan.Aku harus lebih baik dari semester ini di semester berikutnya :) .

  1. It may not be the best grade,but hey,i've done my best


Always Happy

Putus cinta? Jangan sedih!! Semangat dan berbahagialah!
Diselingkuhin? Tetap semangat!! Berbahagialah!!
Ditolak? Cari yang lain!! Berbahagialah!!

Ingatlah,bahwa hidup ini terlalu singkat,untuk dibuat galau.Karena itu tetaplah positif,asalkan bukan positif hamil.Ibarat bermain game,nyawamu cuma ada 1,karena itu gunakan sebaik mungkin.Jangan pernah putus asa oleh semua gangguan duniawi.

Tersenyumlah,sebelum senyuman adalah hal yang terakhir bisa kamu lakukan :) .

Sebelum menutup posting penghibur diri,aku pengen ngutip dari temenku kuliah,si Raja .

"Always Happy :)"

Perpisahan

Sepasang makhluk bisa bersanding dan menjalin hubungan ,disebabkan oleh suatu kekuatan misterius di Alam Semesta .Namun,setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan.Kebersamaan yang terjalin itu pasti akan sirna pada akhirnya,karena sama seperti semua hal yang fana,kebersamaan itu pun akan berakhir.Kedua makhluk yang dipertemukan itu pada akhirnya,akan menjalani kehidupannya masing-masing,menanti untuk dipertemukan dengan pasangannya yang lain.

Seperti hal yang memiliki awal dan memiliki akhir,hubungan kita pun juga bersifat sama.Dengan putusanmu itu, kau nyatakan untuk menghentikan semua kisah ini.

Terima kasih, selama 1 bulan 26 hari ini, kau memberikan ketulusan dalam hubungan kita. Namun,ternyata kita sudah tak lagi sejalan. Entah alasan apa yang melatarbelakangi perpisahan ini, aku tak tahu. Aku cuma bisa mengiyakan keputusanmu itu, walaupun dalam hati kecilku aku merasa berat. Karena aku ingat,bahwa semua yang ada di dunia ini pasti berakhir.

Thanks,and love

Your lover

UAS!!

BENTAR LAGI UAS!!! *suara teriakan di kejauhan

Yah,sebetulnya gak terlalu ngaruh juga sih UAS atau gak,karena ujung-ujungnya aku gak bakal belajar sama sekali.Tapi tuntutan ortu menyatakan kalau IP-ku harusdiatas 3,huhuhu.Karena semester kemarin IP-ku cuma 2,92 aku harus dapet minimal 3,08,biar IPK-ku 3,00 pas.

Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sementara dari dunia perbloggingan yang tiada arah ini.Doakan saya supaya saya gak telat,gak teler,dan gak blank ya waktu UAS.

Bima Adi Priambodo
Mahasiswa Krisis IP