Impian

Kalo aku udah tua nanti,impianku cuma satu : bisa ngeliat Nikita willy catwalking. *lho ? .Nggak,cuma bercanda aja (walaupun dalam hati juga ngarep-ngarep dikit).

Waktu kecil,aku punya banyak impian.Mulai jadi pemain bola,sampe jadi presiden Indonesia di tahun 2042.Dari jadi guru,sampe jadi rockstar kelas dunia,semua pernah aku impikan.Intinya,gak ada satupun profesi gak keren yang gak pernah bikin aku tertarik.

Tapi diatas semua impian itu,aku pengen ngelakuin sesuatu hal yang bermanfaat.Menolong orang kesusahan,melihat dan mensyukuri indahnya kehidupan.Intinya,aku pengen ngebuat hidupku lebih berguna bagi hidup orang lain.Biar aku jadi manusia sejati : momen hidup dan matinya bisa berguna bagi kehidupan orang banyak.Aku cuma mau,begitu aku meninggalkan dunia,aku sudah mewariskan hal-hal yang bermanfaat buat orang-orang.

Aku sempat mikir,"What makes a human human ? Apa yang membuat manusia menjadi manusia?" .Intinya adalah,apa saja yang membuat manusia menjadi manusia sejati?.

Ibuku pernah bilang,"Akal dan budinya,serta warisan yang ia tinggalkan di dunia".Apakah negatif atau positif,itu tergantung kita.Tapi,apa kita mau ninggalin warisan jelek di dunia ?Apa kita mau dikenang melalui budi baik kita,atau perbuatan jelek kita ? .

Tapi apa yang harus aku lakukan ?.Selama beberapa tahun ini,aku masih terus bingung,gak tau mau ngapain kalo udah tua nanti.Kalo dilihat selama beberapa tahun kebelakang ini,hidupku juga gitu-gitu aja.Luntang-lantung gak jelas,nyusahin orang lain.Kapan aku bisa ngebalik kehidupanku 180 derajat ?.

Sampai suatu ketika,aku dapet inspirasi dari sebuah komik.

Di komik itu,ada seorang tokoh tua yang selama hidupnya,ia banyak mengalami kegagalan.Gagal meraih cinta,menyelamatkan guru ,teman dan anak didiknya.Disaat dia melihat riwayat kehidupan para pemimpin di tempat tinggalnya,ia sempat berpikir : ingin agar disaat dia meninggalkan dunia nanti,dia ingin meninggal dengan terhormat seperti mereka.

Di saat-saat terakhir menjelang kematiannya,dia memutuskan untuk tidak menyerah,dan meninggalkan warisan (bukan harta lho ya) yang bermanfaat,agar anak didiknya bisa tahu.Setidaknya,disaat terakhir kematiannya,dia meninggalkan sesuatu yang berguna.Dan akhirnya,dia bisa meninggal sambil tersenyum.

I wanted to be like him.

Meninggal dengan tenang,terhormat dan bermanfaat selama hidup di dunia.

0 komentar:

Posting Komentar